-->
aOGEZI57OQn5yP1hBMFB2o83mW9XQR0xpYfzSrtQ

Terharu! Surat Ibu Untuk Anak yang Sedang Belajar di Kota.

Saat seorang ibu jauh dari anaknya, pasti saja ada kerinduan yang hadir. Mungkin saja ada pikiran yang muncul. Duh, waktu ini kok lama sekali. Saya sudah sangat merindukan dirinya. Saya ingin sekali melihat dan menasihatinya secara langsung. 
Kerinduan dan nasihat seperti itu bisa tercurah dalam sebuah surat seperti pada surat terbuka berikut ini.   
Ilustrasi Surat Dari Ibu Untuk Anak yang Sedang Studi di Kota
Sumber Gambar : Unplash/Desain : Wandy Punang
Halo anakku sayang, semoga Tuhan selalu menjagamu, juga tanah tumpah darah ikut serta memeliharamu. Bila surat ini sampai di layar handphonemu, ibu berharap agar kamu punya sedikit waktu untuk membacanya. Ibu sangat merindukanmu. 

Surat ini mewakilkan dukungan kami kepada asa yang pernah kau sebut saat dimana kita melingkari meja makan, di malam sebelum berangkatmu ke kota, di gubuk yang kini setia menunggu pulangmu. Ada butir-butir rindu yang sedang dibendung dari sini, hingga ibu memberanikan diri untuk meluapkannya. sekali lagi ibu minta, kamu jangan marah yah. 

Nak, Rasa Was Was Itu Selalu Ada. Diam-Diam Ibu Memikirkanmu Saat Uang Bulanan Lambat Dikirim. 
Sering kali uang bulananmu lambat dikirim bahkan berkurang karena harus berbagi dengan adikmu. Ibu sebenarnya sangat khawatir dengan kondisimu. Tapi ibu tidak mau menambah pikiran ayah dengan selalu memintanya untuk segera mengirimkan itu. terkadang ibu harus membantu ayah supaya kebutuhan itu segera terpenuhi. 

Kami yakin bahwa dirimu yang punya kreatifitas dapat mengatasi semuanya itu. Maafkan kami yang hanya membekalimu dengan keterampilan, dan bukan dengan fasilitas juga kemewahan. 

Kamu pasti tahu tentang kondisi keluarga kita sekarang. Walau begitu, ketahuilah anakku, sejak berangkatmu ke kota, ayah selalu pulang lebih lama dan pergi lebih cepat dari biasanya. Dia sangat bertanggung jawab untuk kita. Ayah semakin giat bekerja. 

Ayah tetap semangat menjadi tulang pungung keluarga yang baik.Terkadang harus berpacu dalam rinai hujan dan juga terik yang memanggang peluh. Tetes keringat yang mengucur deras tak pernah disesalinya demi segengam beras untuk kita, dan juga demi tiap-tiap langkah kita. Ayahmu sangat bertanggungjawab. 

Ingat, Kehidupan Asmaramu Jangan Sampai Jadi Batu Sandungan. 
Semangat dan perjuanganmu yang Ibu lihat saat kamu masih berada di sini, ibu harap itu tetap kau pertahankan. Kamu pribadi yang teguh dan taat kepada agama dan adat. Jangan mudah terpengaruh dengan tawaran kehidupan kota yang bisa mengikis tekad dan melunturkan kepercayaanmu. 

Ingat, kehidupan asmaramu jangan sampai menjadi batu sandungan yang bisa menjatuhkanmu ke dalam jurang kegagalan. Ibu sangat senang memilki cucu, tapi itu setelah kamu berhasil dalam studi. Ibu akan sangat sangat kecewa bila cita dan asa yang kau gengam dari rumah harus kau lepas karena digilas roda modernisasi kota. 

Tetaplah Semangat Anakku, Hingga Berita Tentang Suksesmu Itu Sampai Ke Telinga Kami. 
Kami yakin kamu dapat menyelesaikan dan menggapai apa yang telah kau taruh lebih tinggi dari kepala kita. Wujudkan mimpimu itu sayang, hingga orang yang dahulu mencemooh semangat keluarga kita demi kamu, akan berkata : “Hebat, dia menggapai impiannya dengan kerja keras dari sebuah keluarga yang diangap tak mampu”. 

Ketahuilah anakku, ada namamu yang kusebut dalam untaian doa sebelum tidurku malam ini. Baiklah-baiklah disana hingga berita gembira itu datang kepada kami. Selalu andalkan Tuhan dalam setiap pergumulan hidupmu. 

Selamat malam selamat tidur Nak, Indah mimpimu dan indah hari esokmu. Sampai bertemu pada surat-surat ibu selanjutnya. Dahhh.... 

Dari ibu yang menantimu dengan bangga. 

Apakah sobat juga terharu setelah membaca surat ini? Bagikan perasaanmu di kolom komentar yah.
Related Posts
Wandy Punang
Senang Belajar Otodidak

Related Posts

Posting Komentar