-->
aOGEZI57OQn5yP1hBMFB2o83mW9XQR0xpYfzSrtQ

Selamat Ulang Tahun, Desa Lolong! 6 Hal Inilah yang Bikin Perantau Selalu Merindukanmu

Desa Lolong terletak di Kecamatan Nagawutung Kabupaten Lembata Propinsi Nusa Tengara Timur. Catatan sejarah menuturkan , bahwa Desa Lolong sebutan sekarang, pada mulanya adalah sebuah kampung kecil yang terbentang di lereng Nogo Gunung yang dikenal dengan nama Kampung Labanawo. Tercatat ada tujuh suku yang mendiami kampung ini hingga sekarang. 

Sejak kepergian Nipon dari bumi pertiwi ini, Kampung Labanawo bergabung dalam pemerintahan desa Pasir Putih ( Mingar). Awalnya terdiri dari sebuah wilayah dusun saja yang diberi nama Dusun D Lewoblolong. 

Pada tanggal 08 Maret tahun 2000, Dusun D Lewoblolong melepaskan diri dari Desa Pasir Putih dan berdiri sendiri dengan nama Desa Lolong. 

Berhubung Desaku tercinta ini sedang happy karena ulang tahunnya yang ke-20, maka kali ini saya akan berbagi cerita tentang Desa Lolong. Paling tidak bisa mengungkit nostalgia para perantau dan bisa menjadi referensi bagi sobat yang mungkin suatu saat nanti berkunjung kesini. Selamat Membaca! 
Penerimaan Piala Pemenang Lomba Desa
1. Mancing dengan cara tradisional.  Terdapat beberapa teknik mancing. Ada yang disebut Bitu. Lalu Ada juga yang menggunakan teknik lain yang disebut Bresak. Bitu dan Bresak merupakan teknik mancing dimana pemancingnya hanya berdiri di atas batu. Sementara kalau mancing menggunakan sampan disebut Weda. Peralatan yang digunakan memang masih sangat tradisional. Dengan peralatan seadanya tapi hasil tangkapan bisa dimakan selama satu hari, bahkan ada yang bisa untuk dijual. 

2. Berburu aneka siput laut. Dalam bahasa setempat disebut Pime. Entah pasang naik atau pasang surut, masih dapat kita temui aneka siput dan kerang . Laut kita belum tercemar. Siput dan kerang masih aman-aman untuk dikonsumsi. Kalau air laut sedang surut, terlihat barisan ibu-ibu dan anak- anak berbondong ke laut. Begitu juga pulangnya dengan bakul yang tak pernah kosong. Kobo, Kdalaj, Kluge, Ksapa, adalah nama-nama siput yang sering mereka ambil. 

3. Jalan-jalan ke Pantai Patapu .Sejak 2 tahun belakangan ini, pantai satu ini kini mulai dilirik dan sedang dibangun oleh investor. Banyak wisatawan mulai datang berkunjung. Ada yang sekedar berpetualang, ada yang membawa keluarga bertamasya disini dan menikmati jernihnya air laut. Bapak bupati lembata sudah sangat sering bertandang ke tempat ini.

4. Mendaki Gunung melihat Puluhan Tengkorak Manusia. Situs sejarah ini terletak satu setengah kilometer di arah utara desa Lolong. Disana terdapat enam puluhan tengkorak manusia yang tersusun rapih. Terdapat juga 3 buah bangunan rumah adat yang semuanya berbentuk rumah panggung dengan fungsi dan ukuran yang berbeda. Karena tempat ini merupakan kawasan budaya yang keramat dan dihormati, maka setiap tamu yang berkunjung ke tempat ini harus seizin pemerintah desa dan pemilik rumah adat.

5. Bersantai di Enaj Kepuser. Enaj Kepuser merupakan sebuah tempat yang dikeramatkan.Tempat ini dipercaya sebagai tempat bersemayamnya leluhur kampung Labanawo. Ada bagian tertentu di tempat ini yang tak boleh dilanggar dan ada makanan yang tidak boleh dibawa masuk. Adapun makanan itu adalah daging babi. Pemerintah desa sudah membangun tujuh Lopo yang dipakai untuk duduk bersantai sambil melahap buku bacaan dari perpustakaan yang tersedia di dalam areal itu. 

6. Melepas Penat di Bajadeck. Tempat tongkrongan anak muda ini terletak di tengah kampung, di sebuah perempatan jalan. Dekat dengan Wandy CENTRAL (Cell & Store At Lolong). Wandy CENTRAL adalah sebuah kios sembako yang paling ramai di desa ini. setiap sore ada saja barisan anak muda yang duduk melepas penat sehabis bekerja, yang kadang ditemani kopi segelas yang bisa dihabiskan belasan orang. Mereka bersenda gurau sambil melirik lawan jenis yang lewat dan yang berbelanja disana.

Lolong kian hari kian berubah, dengan segala prestasi yang telah diraih. Dahulu desa sangat susah dengan persediaan air, kini sudah melimpah. Desa yang bersih dengan Lorong desa yang indah, dan pernah menjadi desa terbersih tingkat kabupaten. Juga desa yang menyandang gelar desa sadar hukum. Owh ya, listrik dan jaringan komunikasi pun sudah seperti di kota. 


Selamat Ulang Tahun Desaku, Desa lolong. Desa yang selalu menyajikan kekaguman bagi setiap orang yang datang. Maju dan Jayalah! 
Related Posts
Wandy Punang
Senang Belajar Otodidak

Related Posts

Posting Komentar